Selasa, 22 Desember 2015

IBU

Biar duri-duri dan tajamnyanya kerikil jalananan Selalu haus akan darah tapakmu, Kau terus berlari hari demi hari untuk anak-anak mu ini. Ibu, engkau bagai malaikat tak bersayap yang pernah aku kenal.
Ibu, bolehkah aku mengusap airmatamu dan menghiburmu agar aku melihat senyuman diwajahmu. 
Menyesal dulu aku melawan perkataanmu dan menyakiti perasaanmu ibu, Tuhan, Andai aku bisa mengulang waktu aku tidak akan melawannya. Ibu maafkan aku, selama ini aku belum bisa membalas kasih sayangmu dan belum bisa membahagiakanmu. terimakasih ibu engkau telah membesarkanku, engkau tak pernah mengeluh saat anakmu berbuat kesalahan, engkau selalu tegar menghadapi anakmu yang nakal ini. terimakasih ibu atas semua yang kau ajarkan kebaikan terhadapku. pengorbananmu sungguh besar terimakasih ibu engkau bagaikan surga di dalam hidupku. aku bangga mempunyai ibu sepertimu. I Love you mom, selamat hari ibu

Jumat, 18 Desember 2015

Bocah Hebat

seorang anak kecil berusaha mencari uang untuk membantu kedua orangtuanya. ibunya bekerja serabutan dan ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan. hidupnya bergantung pada hujan, kalau hujan turun dia bekerja tapi jika hujan tidak turun dia tidak dapat bekerja. dia rela kehujanan untuk mendapatkan sepeser uang. karena kehidupannya serba sulit dia rela melawan hawa dingin yang dia rasakan, tak perduli akan jatuh sakit nantinya. walaupun begitu dia terus bekerja keras agar bisa terus bersekolah demi menggapai cita -citanya dan membuat kedua orangtuanya bangga kepadanya. kedua orangtuanya tidak mengetahui kalau anaknya itu bekerja seperti itu demi mendapatkan uang untuk biaya sekolahnya. receh demi receh dia kumpulkan walaupun hasilnya tidak banyak tapi dia tetap bersyukur atas itu semua. dia tahu jika kita ingin menjadi orang yang sukses kita harus memulainya dari bawah agar kita bisa merasakan betapa sulitnya mencari uang. 

Sahabat

ada seorang pria nakal yang ingin mencari jadi dirinya yang sebenar. dia berkelana kepenjuru kota untuk mencari kehidupan baru dan dia rela meninggalkan para sahabatnya yang sudah dia kenal sejak kecil. walaupun sahabatnya itu sering berbuat nakal tapi mereka selalu ada disaat dia susah dan senang. namun, ketika dia sudah mempunyai seorang gadis dia menjadi lupa kepada temannya itu. dia lupa, ketika dia sedang terpuruk selalu ada teman yang berada didekatnya. dia pergi meninggalkan sahabatnya demi seorang gadis yang dia cintai. setelah berselang satu tahun dia putus dan tidak menjalin hubungan kembali dengan gadis yang dia cintai itu. dia tidak memiliki teman yang bersamanya lagi untuk mencurahkan isi hatinya. sekarang dia hidup menyendiri tanpa ada teman yang menemaninya. suatu ketika dia sedang terpuruk dia datang  dan berbicara kepada sahabatnya. "apakah kalian masih menganggapku sebagai sahabat kalian ? " namun alangkah terkejutnya dia ketika seorang sahabatnya berkata kepadanya "tentu saja kita sudah saling mengenal sejak kita masih kecil. bahkan sampai sekarang kita masih menjadi sahabat dan akan selamanya menjadi sahabat. lebih sulit memaafkan kesalahan seorang musuh daripada memaafkan kesalahan seorang sahabat." 
sebagai manusia kita memang diharuskan mempunyai banyak teman jika kita meninggalkan teman, kita akan terus terpuruk dan kita tidak akan merasakan kebahagian yang sebenernya . senakal apapun teman kalian tetapi mereka masih perduli dan selalu menganggap kalian sebagai sahabat. kita tidak harus meninggalkan sahabat jika kita sudah mempunyai seorang pacar karena pacar bisa saja suatu hari menjadi mantan pacar namun seorang sahabat akan selalu menjadi sahabat. takkan pernah menjadi mantan sahabat.